Jumat, 01 April 2016

Kesehatan, Keselamatan kerja (Tugas Proses dan Keselamatan Kerja}

1. Profil perusahaan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.

PT. Krakatau Steel (persero) Tbk, adalah salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di

bidang Industri Baja yang berlangsung sangat maju. Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh

tahun yang dimulai dari tahun 1960an, perseroan sudah menambah berbagai fasilitas produksi

seperti Pabrik Besi Spons, Pabrik Billet Baja, Pabrik Batang Kawat, serta fasilitas infrastruktur

berupa pusat pembangkit listrik. Pusat penjernihan air, pelabuhan khusus Cigading dan system

telekomunikasi. Dengan perkembangan ini, PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk, menjadi satu-

satunya perusahaan baja yang terpadu di Indonesia.

Urutan perkembangan perusahaan dari Trikora Menjadi PT. Krakatau Steel (Persero)

Tbk, :

1962 : Dimulainya Proyek Baja Trikora bekerjasama dengan Uni Sovyet.

1970 :PT. Krakatau Steel berdiri pada tanggal 31 Agustus melalui PP No. 35 tahun 1970.

1977 : Pengoperasian fasilitas Bar Mill

1979 : Pengoperasian Pabrik Baja Spons, Pabrik Billet Baja dan Pabrik Batang Kawat serta    

fasilitas infrastruktur.

1983 : Pengoperasian Pabrik Slab Baja (SSP) 1 dan Pabrik Baja Lembaran Panas `

(HSM).

1991 : Pabrik Baja Lembaran Dingin (CRM) bergabung menjadi unit produksi  PT. Krakatau

Steel (Persero) Tbk.

1993 : Pengoperasian HYL III dan SSP 2

1996 : Pemisahan beberapa unit PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk, sebagai anak perusahaan.

2010 : PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Tidak berhenti sampai di sana, perseroan terus mengembangkan produksi berbagai jenis

baja untuk bermacam kepeluan, seperti baja lembaran panas, baja lembaran dingin dan batang

kawat. Saat ini Krakatau Steel memiliki kapasitas produksi baja kasar sebesar 2.5 juta Ton per

tahun untuk mendukung produksi baja tersebut.



    Areal PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.

VISI : Perusahaan baja terpadu dengan keunggulan kompetitif, untuk tumbuh   dan berkembang

secara berkesinambungan, menjadi perusahaan terkemuka di dunia.

MISI : Menyediakan produk baja bermutu, dan jasa terkait, bagi kemakmuran bangsa.

PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk, memiliki sepuluh anak cabang perusahaan Krakatau

Steel diantaranya :

1. PT. KHI Pipe Industries

2. PT. Krakatau Wajatama

3. PT. Krakatau Engineering

4. PT. Krakatau Bandar Samudra

5. PT. Krakatau Information Technology

6. PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon

7. PT. Krakatau Daya Listrik

8. PT. Krakatau Tirta Industri

9. PT. Krakatau Medika

10. PT. Meratus Jaya Iron and Steel.

Dari anak cabang tersebut PT. Krakatau Steel sanggup mengkontribusi pemasok baja baik dalam

negeri maupun internasional. Kemampuan teknisi Krakatau Steel yang tinggi sudah diakui

menurut standar internasional sejak dahulu kala. Bahkan pada tahun 1973 Perseroan sudah

memperoleh Sertifikat ASTM A252 dan AWWA C200, serta pada tahun 1977 memperoleh

sertifikat API 5L untuk produksi pipa sepiral, sertifikat ISO 9001 diperoleh PT. Krakatau Steel

(Persero) Tbk, hingga menjadi ISO 14001 pada tahun 1997 atas komitmen Perseroan pada

kesadaran lingkungan dan keselamatan kerja.

4     Upaya pencegahan kecelakaan kerja. 

Pencegahan adalah salah satu definisi dan tujuan dari keselamatan kerja yang nantinya

dapat menciptakan rasa aman dan nyaman serta semangat kepada para pekerja untuk

memberikan yang maksimal kepada perusahaan yang ditempatinya.

Di PT. Krakatau steel (persero) Tbk, Divisi HSE dibidang K3LH selalu melakukan

kegiatan guna mengharapkan tidak terjadinya kecelakaan kerja pada saat proses produksi di

perusahan, karena kualitas produk suatu barang akan lebih sempurna jika pekerjanya dapat

merasakan kenyman dan aman terutama selalu dalam keadaan sehat.

Beberapa upaya yang dilakukan di PT. Krakatau Steel adalah :

1. Melakukan pengawasan setiap minggunya kepada setiap divisi atau bagian proses

produksi di PT. Krakatau Steel

2. Perusahaan memiliki SOP yang wajib di terapkan oleh setiap pekerja seperti :

a. Alat Pelindung Diri

Alat Pelindung Diri atau biasa disingkat APD adalah salah satu kendali resiko yang

diterapkan guna melindung para pekerja dari cedera saat sedang melakukan

pekerjaannya.

Saat ini terdapat beraneka ragam alat alat pelindung diri di masyarakat. Antara lainnya

adalah sebagai berikut;

1). Kaca Mata (safety glasses)

Salah-satu masalah tersulit dalam pencegahan kecelakaan adalah pencegahan kecelakaan

yang menimpa mata. Jumlah kecelakaan demikian besar. Orang -orang yang tidak

terbiasa dengan kaca mata biasanya tidak memakai pelindungan tersebut dengan alasan

mengganggu saat bekerja dan mengurangi kenikmatan kerja, sekalipun kaca mata

pelindung yang memenuhi persyaratan kian banyak jumlahnya.

Pekerja yang menyadari bahwa jika bekerja tidak menggunakan kacamata itu beresiko

kecelakaan terhadap mata adalah besar akan memakainya dengan kemauannya sendiri.

Sebaliknya, jika mereka merasa bahwa bahaya itu kecil, mereka tidak akan

mempergunakannya.

2). Sepatu Safety (Pengaman)

Sepatu pengaman dapat melindungi pekerja terhadap kecelakaan yang disebabkan oleh

beban-beban yang menimpa kaki, paku-paku atau benda tajam lainnya yang mungkin

terinjak, logam pijar, asam-asam, dan sebagainya..

3). Sarung tangan (Safety Gloves)

Sarung tangan harus diberikan kepada pekerja dengan pertimbangan akan bahaya-bahaya

dan persyaratan yang diperlukan. antara lain syaratnya adalah bebasnya bergerak jari dan

tangan. Macamnya tergantung kepada jenis kecelakaan yang akan dicegah yaitu tusukan,

sayatan, terkena benda panas, terkena bahan kimia, terkena aliran listrik, terkena radiasi

dan sebagainya.

4). Helm/ Topi Pengaman

Helm/ Topi penganan harus dipakai oleh pekerja yang mungkin tertimpa pada kepala

oleh benda jatuh atau melayang atau benda lain-lainnya yang bergerak.

5). Pelindung Telinga

Telinga harus dilindung terhadap loncatan api, percikan logam pijar atau partikel-partikel

yang melayang. Perlindungan terhadap kebisingan dilakuakan dengan sumbat atau tutup

telinga (ear plug atau ear muff)

3.  safety, sepatu safety dan alat pelindung diri lainnya, jika tidak digunakan maka baik

pekerja, staf dan yang lainnya di larang masuk ke area persahaan.Perusahaan selalu

memberikan pelatihan pelatihan dan pemasukan materi tentang pentingnya keselamatan

kerja, karena dengan selalu mengingatkan diharapkan pekerja tidak melakukan kelalaian.

4. Jika memasuki area perusahaan, wajib bagi siapapun mengikuti tata tertib yang berlaku

seperti mengguanakan APD dan berjalan sesuai jalur yang telah disediakan.

5. Selalu melakukan pengecekan setiap hari pada divisi masing-masing untuk mencegah

adanya tindakan tidak aman atau kondisi tidak aman.

6. Selalu ikuti SOP yang sudah dan waspadalah selalu pada potensi terjadinya kecelakaan.

5.        Saran 

Setelah penjabaran diatas kita dapat mengetahui faktor-faktor dan penyebab terjadinya

kecelakaan kerja, untuk itu kita perlu melakukan hal yang nantinya dapat membuat kita jauh dari

kata kecelakaan keja

1. Hindari perbuatan yang dapat membuat munculnya kecelakaan kerja

2. Harus selalu menggunakan dan melaksanakan SOP yang sudah ada diperusahaan

tersebut

3. Banyak menambah ilmu tentang pengetahuan keselamatan kerja agar kita dapat

mengetahui mana yang dapat membahayakan diri kita

4. Selalu waspada, focus dan teliti dalam melakukan pekerjaan apapun

5. Untuk perusahaan wajib selalu diadakannya pengawasan dan inspeksi kesetiap bagian

perusahaan untuk meminimalisir potensi kecelakaan kerja baik dari tindakan maupun

kondisi yang tidak aman

6. Selalu mengadakan evaluasi agar dapat mengetahui kekurangan dan bisa

meningkatkan kinerja demi terciptanya kenyamanan, kemanan, kesejaterahan dan

produktifitas produksi pada perusahaan tersebut sehingga menjadikan produk yang

berkualitas.